Melampaui Oktaf: Analisis Falsetto Lintas Genre pada Lagu Hits “Take On Me” (A-ha) dan “Stay With Me” (Sam Smith)

Falsetto adalah salah satu teknik vokal yang paling memukau, melibatkan penggunaan tepi pita suara untuk menghasilkan nada tinggi yang terdengar ringan dan melayang, melampaui rentang vokal dada (chest voice) normal. Teknik ini memiliki sejarah panjang di berbagai genre musik, mulai dari musik Barok hingga pop modern. Untuk memahami kekuatan emosional dan teknisnya, kita dapat melakukan Analisis Falsetto pada dua lagu populer yang berbeda era: “Take On Me” dari band new wave A-ha, dan “Stay With Me” dari artis soul pop kontemporer Sam Smith. Perbandingan ini menunjukkan bagaimana analisis falsetto digunakan sebagai alat ekspresi utama dalam vokal pop.


Falsetto dalam “Take On Me” (A-ha): Power dan New Wave

Dirilis pada tahun 1985, “Take On Me” menjadi anthem new wave yang tak terlupakan, sebagian besar berkat hook melengking yang dinyanyikan oleh vokalis Morten Harket. Harket dikenal memiliki rentang vokal yang sangat luas, dan penggunaan falsetto-nya di lagu ini sangat berani dan powerful.

Aspek Teknis Falsetto Harket:

  1. Registrasi Tinggi: Falsetto yang digunakan Harket di bagian klimaks lagu mencapai nada tinggi F5, yang jarang dicapai oleh penyanyi pria pop.
  2. Power dan Kejelasan: Falsetto Harket di sini tidak terdengar rapuh; ia memiliki drive dan power yang konsisten, seolah-olah ia berteriak di register kepala. Teknik ini memerlukan kontrol udara yang luar biasa kuat.

Analis Vokal Dr. Elara Jensen mencatat dalam presentasinya di Simposium Musik Pop Oslo pada Tanggal 12 Oktober 2024, bahwa “falsetto Harket di ‘Take On Me’ berfungsi sebagai crescendo emosional yang intens, memaksimsa pendengar untuk merasakan urgensi lagu.” Teknik ini adalah kunci hook lagu tersebut dan menunjukkan bagaimana falsetto dapat digunakan untuk impact yang dramatis dalam pop era 80-an.

Falsetto dalam “Stay With Me” (Sam Smith): Keintiman dan Soul

Lagu Sam Smith yang dirilis pada tahun 2014, “Stay With Me”, menggunakan falsetto dengan pendekatan yang sangat berbeda. Smith memanfaatkan falsetto untuk menyampaikan kerentanan, keintiman, dan kedalaman emosi soul.

Aspek Teknis Falsetto Sam Smith:

  1. *Kerentanan dan Airiness: Falsetto Sam Smith cenderung lebih ringan, seringkali dipadukan dengan vocal fry (suara serak di register rendah) atau sedikit breathiness (suara berangin).
  2. Transisi Mulus: Falsetto digunakan sebagai transisi yang mulus antara chest voice dan head voice, menciptakan nuansa yang sangat halus dan merdu.

Analisis Falsetto pada lagu ini menunjukkan bahwa falsetto Smith, terutama pada kata-kata seperti “stay,” berfungsi untuk menarik simpati dan membangun koneksi emosional dengan pendengar. Lagu ini adalah contoh sempurna bagaimana falsetto modern digunakan untuk ekspresi kerentanan dalam genre pop-soul.

Perbandingan ini membuktikan bahwa analisis falsetto harus melihat konteks genre; falsetto dapat menjadi teriakan rock yang kuat seperti Harket, atau bisikan soul yang rentan seperti Smith, namun keduanya sama-sama menjadi elemen vokal yang menentukan keberhasilan komersial dan artistik lagu.